Review Film People We Meet on Vacation (2026)

Review Film People We Meet on Vacation (2026)

Review Film People We Meet on Vacation (2026)

There is thin blur line between searching and escaping.

Haloo!!!

Aku datang membawa rekomendasi film baru untuk kalian semua hehe 😀

People We Meet on Vacation, diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Emily Henry. Tulisan tangan tersebut diangkat ke layar kaca oleh Netflix. Baru juga tiga hari tayang sejak dirilis 9 Januari 2026 lalu, film ini sudah menduduki peringkat 5 film teratas!

Yuk kenalan sama tokoh utamanya!

Ada 2 tokoh utama dalam film ini, Poppy si female lead dengan karakter yang spontan, berantakan (messy-chaos), tapi ternyata dia sangat sentimental. Dan kepribadiannya itulah yang membuatnya putus kuliah dan memilih untuk bekerja menjadi penulis di majalah R&R, di New York. Jujur, tokoh dengan penokohan karakter ini, jurnalis maksudku, sangaaaattttt amaattt klasik. Named it! Kamu pasti bisa menemukan banyak banget rom-com film yang tokoh utama wanitanya penulis perempuan hehe. How to Lose a Guy in 10 Days, misalnya. 

And honestly, I have a good feelings about these womens writer characters! Cause in my opinion, the story about these writers fellas always LIT.

Move, tokoh utama pria di film ini bernama Alex. Dia tipe-tipe cowok yang kutu buku, loyal, on-time, rajin deh pokoknya. Tiap pagi dia punya rutinitas untuk lari berkeliling komplek. Di pendidikan juga dia menjalani semua kehidupan kuliah mulai dari S1, S2 digas semua oleh pria ini. Orang yang bisa mengendalikan dirinya, itu yang aku lihat dari Alex.

Sangat kontra ya karakter mereka. Yang satu sangat messy, yang satu sangat stable.

So, how can they fall in love?

Yap! To the point saja, karena film ini romance-comedy pasti tujuan akhir filmnya pasti how will they ended up with each other, ya kannn.

Mereka pertama kali bertemu di liburan akhir semester kuliah tahun pertama mereka (kurasa). Poppy menumpang Alex untuk pulang ke kampung halaman mereka, yang kebetulan sama yakni di Lienfield. Yang ternyata, pertemuan pertama itu memberi kesan awal yang buruk untuk Alex terhadap Poppy. Mulai dari perempuan ini ternyata suka ngaret, berantakan, pokoknya semua jadi terasa chaos dengan kehadiran Poppy. Bahkan sampai membuat perjalanan yang seharusnya hanya memakan waktu 4 jam itu, bisa molor banget jadi hampir 24 jam! 

Tapi, dibalik hal-hal spontanitas dan “buruk” itu ternyata ada hal yang menarik juga dan patut untuk disyukuri. Kata Alex, dia gak bakal bisa melihat matahari terbit yang cantik banget di antah berantah kalau dia tidak menghabiskan waktu seharian kemarin bersama Poppy. Dari situ deh, akhirnya bermula awal mereka berteman yang akhirnya berujung ke kesepakatan untuk berlibur setiap tahun pada musim panas. 

Satu minggu penuh mereka berlibur selama 7 tahun berturut-turut, sebelum akhirnya konflik antara dua tokoh itu datang. Konflik batin sih ya ini. Dinamika antara Poppy yang avoidant, menolak semua hubungan romansa yang terlalu clingy, tapi dia ingin attach dengan Alex. Lalu ada Alex yang bingung dengan perasaannya, between his girlfriend and his girl-best-friend.

Dan obatnya? Komunikasi sih, titik. Communication is the key, duh!

What’s good about this movie?

Karena film ini bercerita soal vacation a.k.a liburan, jadi latar tempat film ini tuh cukup beragam. Ada di New York, di Barcelona, cantik-cantik pokoknya cara mereka mengambil gambar! Selain tempatnya yang cantik, aku suka sama aktor dan aktrisnya. Mereka wajah-wajah baru di Netflix sepertinya, jadi terasa fresh. Aku juga suka bagaimana film ini cukup smooth dan tidak membuat bingung ketika mengalihkan kita ke masa yang berbeda, karena alur maju-mundur yang digunakan di film People We Meet on Vacation ini. Make up artistnya the best sih! Pandai banget membuat garis tipis penuaan dan styling fashion kedua tokoh kita ini, sehingga terlihat jelas perbedaannya kapan ini masa lalu, kapan ini masa sekarang.

Is there anything feels meh about this movie?

Karena aku tidak baca buku dan sinopsis bukunya sama sekali, jadi ekspektasiku terhadap film ini (melihat dari judulnya saja) ternyata sangat berbeda. Di dalam pikiranku, film ini akan menceritakan soal bagaimana aku berlibur dan bertemu jodoh. Tapi ternyata, trope buku ini malah friends to lovers. Tetap liburan sih, tapi ternyata bertemu dengan ‘teman’ liburan. Karena ternyata Poppy dan Alex ini masuk ke kategori teman yang tidak bertemu secara daily, tapi masih akrab. Because of their annually summer vacation.

Dan juga, kalau kubaca-baca review orang-orang, banyak yang merasa ini baiknya dibikinin jadi series. Karena cerita tiap vacation mereka terasa kurang detail di film ini. Harapannya satu tempat travel, satu episode lah minimal. Tapi menurutku meskipun tidak detail ceritanya, masih bisa dinikmati dan diambil poinnya. Dan bagusnya lagi, kadi film ini rena kejadian di masa lalu dibuat menjadi flashback scene, jadi ya wajar kalau tidak dijadikan detail. Tinggal diambil scene mana yang paling teringat, dan itu makesense sih buat mengatasi ketidak-detailan tadi. Emang ada orang yang ingat semua detail masa lalu ketika sedang memorize sesuatu?

Anyway, karena komentar-komentar dan artikel-artikel review yang bereda di internet dan sosial media, aku jadi semakin tertarik dengan bukunya. Ingin tahu detail apa ya yang kira-kira aku lewatkan. Melihat filmnya saja sudah kesemsem, apalagi baca bukunya ya xixixi.

Buat kamu yang belum nonton filmnya, buruan nonton deh di Netflix! Hehe

Ciao! Ketemu lagi di tulisan selanjutnya yaah

Written by nia

Another Nia’s Story

Review Home Sweet Loan (2024)

Review Home Sweet Loan (2024)

Kamu pengin beli rumah ? ? ?Hi!!!!!!Pumpung masih hangat banget filmnya dan aku baruuuu saja kemarin habis nonton ini sama Mbak Hilga dan Mbak Efa. Iya! Home Sweet Loan judulnya. Film ini sudah tayang sejak 26 September 2024 lalu. Melansir dari tweet akun X si...

read more
Review Love Reset (2023)

Review Love Reset (2023)

We must recover our memories to say goodbyeOla!!! Setelah kemarin aku menonton film terbaru, kali ini aku abis nonton film yang rilis hampir 2 tahun lalu, tepatnya sekitar bulan Oktober tahun 2023. Karena film ini rilisnya udah dari lama, harusnya sih udah banyak yang...

read more
Review Film People We Meet on Vacation (2026)

Review Film People We Meet on Vacation (2026)

There is thin blur line between searching and escaping.Haloo!!! Aku datang membawa rekomendasi film baru untuk kalian semua hehe 😀 People We Meet on Vacation, diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Emily Henry. Tulisan tangan tersebut diangkat ke layar...

read more

Comments

Nia’s Spot
Kalau kalian sudah nonton filmnya, berapa ratenya menurut kalian?
Copyright © 2026 ramadhaniawy

Review Buku The Five People You Meet in Heaven

Review Buku The Five People You Meet in Heaven

Review Buku The Five People You Meet in Heaven

Buku The Five People You Meet in Heaven

Meniti Bianglala

Haloo!!!

Setelah sekian lama, akhirnya aku kembali lagi menulis di blog ini hehe. Kali ini aku mau membahas buku yang baru saja aku selesaikan. Judulnya “The Five People You Meet in Heaven”, karya dari Mitch Albom. Mungkin kalau kalian suka membaca, Mitch Albom tuh pengarang dari buku “Tuesday with Morrie” yang terkenal ituloh!

Bukunya kali ini bukan bukuku sendiri. Aku meminjamnya dari perpustakaan umum di Malang. Buku cetakan 2005 ini, dipinggir-pinggirnya sudah terlihat menguning. Pun sampul bukunya sangat tidak menarik untuk ukuran gen z, seperti yang bisa kamu lihat di samping. Tapi meskipun sampulnya terlihat jadul, isi bukunya sangat ‘daging’.

Apa sih isi ceritanya?

Seperti judulnya, kisah ini menceritakan kehidupan setelah kematian. Tokoh utamanya bernama Eddie, seorang staff maintenance di Ruby Pier — sebuah taman hiburan (theme park). Cerita dibuka dengan cerita mengenai satu jam terakhir Eddie di dunia. Tidak, Eddie tidak tahu bahwa dirinya akan mati hari itu. 

Seperti kalimat yang ditulis Mr. Albom, ‘Kalau saja ia tahu saat kematiannya sudah dekat, ia mungkin akan pergi ke tempat lain. Tapi karena tidak tahu, ia lakukan apa yang kita semua lakukan. Ia tetap menjalankan rutinitas sehari-harinya, seakan-akan seluruh hari di dunia ini masih akan dijalaninya.

Sungguh, setelah aku membaca paragraf itu, aku merasa seperti dihantam sesuatu. Membuatku akhirnya berhenti sejenak dan membaca ulang satu paragraf tersebut. Tapi memang ya, kita semua tidak tahu kapan kematian kita tiba, kita selalu merasa seolah-olah kita hidup selamanya, kita selalu menjalani kegiatan sehari-hari. Tidak ada satu pun manusia yang tahu, kapan kiranya Izrail datang.

Setelah Eddie tidak lagi bernapas di dunia, kisah pun dimulai. Orang pertama yang ditemuinya di alam baka adalah pria biru. Sosok yang bahkan hanya beberapa kali berpapasan dengan Eddie, namun ternyata menjadi pelajaran pertama bagi dirinya. Hingga kisah pun dilanjut sampai orang kelima. Yang mana mereka semua, dengan perannya masing-masing, membantu Eddie untuk berlapang dada menerima kematiannya.

Apa yang bisa didapat dari buku ini?

1. Mari hindari kebiasaan ‘aku sentris.

Dari kelima orang yang Eddie temui, kebanyakan diantaranya menceritakan bagaimana Eddie dari sudut pandang orang tersebut. Yang pada akhirnya, ternyata secara tidak sadar mempengaruhi jalan kehidupan Eddie pada masanya. Karena bisa saja, apa yang kamu anggap remeh malah nyatanya berdampak besar untuk orang lain. Jadi mari lebih peka dengan keadaan sekitar. Let’s touch some grass!

Hidupmu memang adalah duniamu, tapi kamu perlu mengingat bahwa dunia tidak berputar mengelilingi kamu. Dunia isinya bukan cuma kamu.

2. Ayo berdamai dengan diri sendiri!

Salah satu dari lima orang yang Eddie temui berkata “Kau mendapat kedamaian setelah kau berdamai dengan dirimu sendiri.”
Aku tidak akan memberi banyak kalimat disini. Karena sejujurnya aku cukup tertampar dengan kalimat ini hehe.

Aku sangat suka cara penulisan buku ini. Mr. Albom sangat pandai menyusun dan menggabung-gabungkan plot. Beliau sangat rapi menceritakan bagaimana kehidupan lampau Eddie, bagaimana situasi Eddie di alam baka saat ini, bahkan beliau juga bisa menggambarkan bagaimana kehidupan di dunia sepeninggal Eddie. Setelah membaca buku ini, aku merasa sedih tapi tidak menyesakkan. Ibaratnya aku sedang murung, lalu ada yang memelukku dengan hangat. Sangat nano-nano!

Kalau kamu suka buku-buku dengan tema seperti ini, aku punya beberapa rekomendasi nih! Caw lihat postinganku di instagram.

 

Ciao! Ketemu lagi ditulisanku selanjutnya yaa!!! >_<

More From Nia’s Story

Review Film People We Meet on Vacation (2026)

Review Film People We Meet on Vacation (2026)

There is thin blur line between searching and escaping.Haloo!!! Aku datang membawa rekomendasi film baru untuk kalian semua hehe 😀 People We Meet on Vacation, diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Emily Henry. Tulisan tangan tersebut diangkat ke layar...

read more
Review Film People We Meet on Vacation (2026)

Review Film People We Meet on Vacation (2026)

There is thin blur line between searching and escaping.Haloo!!! Aku datang membawa rekomendasi film baru untuk kalian semua hehe 😀 People We Meet on Vacation, diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Emily Henry. Tulisan tangan tersebut diangkat ke layar...

read more
Review Buku The Five People You Meet in Heaven

Review Buku The Five People You Meet in Heaven

Meniti BianglalaHaloo!!! Setelah sekian lama, akhirnya aku kembali lagi menulis di blog ini hehe. Kali ini aku mau membahas buku yang baru saja aku selesaikan. Judulnya "The Five People You Meet in Heaven", karya dari Mitch Albom. Mungkin kalau kalian suka membaca,...

read more
Nia’s Spot
Copyright © 2026 ramadhaniawy

Review Love Reset (2023)

Review Love Reset (2023)

Review Love Reset (2023)

We must recover our memories to say goodbye

Ola!!!

Setelah kemarin aku menonton film terbaru, kali ini aku abis nonton film yang rilis hampir 2 tahun lalu, tepatnya sekitar bulan Oktober tahun 2023. Karena film ini rilisnya udah dari lama, harusnya sih udah banyak yang nonton yaa. Mungkin kamu termasuk salah satunya? xixixi

Judulnya dalam bahasa Inggris adalah Love Reset, tapi dikenal juga sebagai 30일 dalam bahasa korea (kalau ditranslate artinya 30 Days). Film bergenre komedi-romansa yang dibintangi Kang Haneul dan Jung Somin ini patut diacungi jempol. Chemistry mereka berdua ituloh, rasanya menembus layar haha. 

Ceritanya tentang apa sih?

Well, cerita dibuka dengan bagaimana kisah romansa antara Hong Nara (Jung Somin) dan Jungyeol (Kang Haneul) sangat dramatis seperti di film-film. Pengantin wanita kaya raya, a.k.a Nara, kabur dari pernikahan dan memilih mengejar cintanya mahasiswa hukum pengangguran, si Jungyeol. Kalau kalian berharap film ini akan menceritakan kehidupan romantis mereka berdua, hmm salah besar. 

Selang beberapa menit dari adegan tadi, kita langsung dibawa ke kondisi sekarang dimana dua tokoh utama kita tadi sedang duduk dan beradu mulut dihadapan pengadilan agama. Iyaaa, pengadilan agama! Mereka berdua mau mengurus perceraian 🙂

Nah, sampai sini nih konflik yang sebenarnya dari film ini pun dimulai. Sepulang dari pengadilan, mereka berdua yang berkendara di dalam satu mobil tertabrak oleh truk. Bangun-bangun pasangan suami-istri itu ternyata mengalami amnesia. Disini nih, kurang 30 hari perceraian disahkan eh malah yang bersangkutan hilang ingatan.

Untuk memulihkan kembali ingatan Nara dan Jungyeol, dokter menyarankan supaya mereka ditempatkan di lingkungan mereka biasanya. Yang mana tentunya yaa rumah mereka berdua. Lucunya, keluarga pihak pria dan wanita ini sangat mendukung mereka bercerai. Jadi selama 30 hari dua insan itu kembali ke rumah, mereka, para keluarga, berharap keduanya bisa sembuh ingatannya dan tetap melanjutkan perceraian. 

Struggle banget pokoknya. Tapi seru. Karena bayangin deh, semesta tuh kayak menyuruh mereka kembali lagi dari awal. Kembali lagi untuk berusaha mengingat why I love this man/woman, why I choose him/her, why I still standing next to him/her? Romantis ya kayaknya. 

But surprise!! Paradox is coming. Selain mengingat hal-hal romantis itu, tentunya mereka akan mengingat hal-hal yang buruk juga. Why I hate him/her, why we choose to divorce? Hahaha it’s like happiness and sadness always come in a bundle

Film dengan durasi hampir 2 jam ini disajikan dengan padat. Dari apa yang aku ceritakan di atas, konflik tiap scene disampaikan dengan tidak bertele-tele. Komedi di film ini juga masuk di aku. 

After effect setelah menonton film ini, buatku pribadi adalah perasaan lega namun sedikit kosong. Lega karena mereka akhirnya berhenti tengkar di ending haha. Sedikit kosong, karena masih nggak habis pikir sama karakternyat. Since I’m single, honestly I can not relate with our main characters. But I guarantee you, I still have empathy for them. 

What can we get from this movie?

Berkat film ini, aku jadi tahu kalau orang berumah tangga tuh harus diutamakan komunikasi. Karena meskipun Kamu sudah menikah, pasanganmu ya tetap orang lain. Dia bukan menjadi dirimu, tapi tetap menjadi entitas lain yang hidupnya berdampingan sama kamu. Kalau nggak dikomunikasiin kamu maunya apa, dia maunya apa, yaaa cekcok jadinyaa. Yang ujung-ujungnya kalau cekcoknya parah yaa, cerai. Thanks God if they do not have children, but if they do, ughh I bet it will only make a new problem.

Tapi nih ya, selain pentingnya dikomunikasikan terkait apa yang masing-masing rasakan, cara penyampaiannya juga perlu diperhatikan. Harus dengan tutur bahasa yang baik, nggak teriak-teriak. Seringkali kita tuh lupa bahwa keluarga juga merupakan ‘orang lain’. Orang lain yang juga punya perasaan dan perlu kita hormati. Hmm, nggak perlu bahas suami-istri deh, bahkan keluarga kayak adik, kakak, ibu, bapak, pun kita kalau ngobrol sama mereka seringkali ‘kelepasan’ saat ingin menyampaikan sesuatu ‘kan.

Anyway, karena ini film jadi awalnya ditayangin di bioskop pas awal rilis dulu. Tapi jangan khawatir! Kalau Kamu belum pernah nonton filmnya dan pengin nonton, sekarang filmnya bisa diakses secara online kok. Teman-teman bisa mengakses filmnya di Viu. 

 

Oke deh, segitu dulu. Ketemu lagi di film berikutnya! Ciao!!!!

Another Nia’s Story

Review Home Sweet Loan (2024)

Review Home Sweet Loan (2024)

Kamu pengin beli rumah ? ? ?Hi!!!!!!Pumpung masih hangat banget filmnya dan aku baruuuu saja kemarin habis nonton ini sama Mbak Hilga dan Mbak Efa. Iya! Home Sweet Loan judulnya. Film ini sudah tayang sejak 26 September 2024 lalu. Melansir dari tweet akun X si...

read more
Review Love Reset (2023)

Review Love Reset (2023)

We must recover our memories to say goodbyeOla!!! Setelah kemarin aku menonton film terbaru, kali ini aku abis nonton film yang rilis hampir 2 tahun lalu, tepatnya sekitar bulan Oktober tahun 2023. Karena film ini rilisnya udah dari lama, harusnya sih udah banyak yang...

read more
Review Film People We Meet on Vacation (2026)

Review Film People We Meet on Vacation (2026)

There is thin blur line between searching and escaping.Haloo!!! Aku datang membawa rekomendasi film baru untuk kalian semua hehe 😀 People We Meet on Vacation, diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Emily Henry. Tulisan tangan tersebut diangkat ke layar...

read more

Comments

Nia’s Spot
Kalau kalian sudah nonton filmnya, berapa ratenya menurut kalian?
Copyright © 2026 ramadhaniawy

Review Jurassic World Rebirth (2025)

Review Jurassic World Rebirth (2025)

Review Jurassic World Rebirth (2025)

Dinosaurs everywhere!!!

Hi!

I’m back again to review the latest movie, and it’s a Jurassic World Rebirth!!!!!! Oh, warning bentar karena ini akan sedikit banyak memberi spoiler ya manteman. Mungkin kalau kamu tidak suka spoiler better tidak dibaca. 

Oke, so buatku pribadi film ini BAGUS POL! Since I really like all of Jurassic series (even Jurasssic World Dominion, the worst Jurassic’s series for me) yeah. Seperti judulnya, universe cerita Jurassic World sudah tidak terbatas ke theme park, but it’s all over around the world. 

Berbasis dari kelanjutan dari Jurassic World trilogy sebelumnya, kita dibawa ke cerita ‘what if’ dinosaurus hidup berdampingan bersama kita. Pagi berangkat kerja kejebak macet, tapi penyebabnya Brachiosaurus yang kabur. Atau kita berlayar seperti biasa, lalu tiba-tiba ketemu Mosasaurus yang mengerikan!

Kalau biasanya aku akan menceritakan apa pesan dari film ini di paragraf terakhir, kali ini aku mau menceritakannya di awal. Jangan buang sampah sembarangan guys! Seriusan.

Jurassic World vs Rebirth

Aku tidak pernah membayangkan akan ada cerita dimana seluruh pulau menjadi rusak dan tidak terkontrol, cuma karena satu bungkus plastick Snickers! Iya!!! Snickers yang chocolate bar itu!

Ternyata satu bungkus plastik yang kesedot AC itu bisa merusak seluruh jaringan keamanan di pulau mutan. Mari kita sebut latar film ini sebagai pulau mutan, karena pihak latest Jurassic Park, menggunakan pulau itu untuk meneliti dan mengembangkan spesies dinosaurus baru a.k.a mutant dinosaurs. Yup! Just like the first Jurassic World (2015), there are mutant dinosaurs. Perbedaannya adalah kalau di Jurassic World itu ada Indominus Rex yang mana dia terlihat normal meskipun namanya agak aneh. Sedangkan kalau di Jurassic World Rebirth ini kita bahkan tidak tahu nama dinosaurusnya (sepertinya namanya D-rex tapi coba kalian tonton aja biar lebih pastinya), and it looks so horrible! It looks like a mixed of Voldemort, Flowerhorn fish, and a T-rex. Bayangin aja tuh, ada dinosaurus mukanya kayak Voldemort tapi jidatnya kayak ikan lohan. 

Seriously! Aku pertama kali lihat dinosaurusnya tuh yang awalnya merasa serem, tapi di beberapa part nahan tawa karena keinget ikan lohan.

Ceritanya tentang apa??

By the way, aku malah hampir lupa nyeritain apa sih premis dari film ini. Jurassic World Rebirth ini bercerita tentang misi dari Zora Bennet (Scarlett Johansson) dan Henry Loomis (Jonathan Bailey a.k.a Anthony Bridgerton kita) yang harus mendapat sample darah dinosaurus terbesar di darat, udara, maupun air. Tentunya target mereka adalah Titanosaurus dari darat, Mosasaurus di air, dan Quetzalcoatlus di udara. 

Damn! Satu-satunya dinosaurus yang pernah kudengar sebelumnya ya cuma Mosasaurus! Dua lainnya sangat tidak pernah kudengar sama sekali, apalagi yang Pterodactyl raksasa itu! Gimana coba cara baca Quetzalcoatlus  ini? Hahahah.

Buat apa sih emang darahnya? Well, rencananya akan dibuat obat penyakit jantung oleh perusahaan farmasinya Martin Krebs, ParkerGenix. Yang mana tentunya obat ini akan menjadi revolusi dan menjadi sumber pundi-pundi uang ya kawan.

Nah! Selain dari misi utama tadi, bagusnya Jurassic World Rebirth ini ada semacam side story pihak ketiganya. Dimana ada satu rombongan yang sedang berlayar, mereka adalah Reuben si Ayah, dua putrinya si Teresa dan Isabella, serta kekasih Teresa si Xavier. Ditengah pelayaran, mereka diserang oleh Mosasaurus. Yang seru adalah nantinya Reuben’s pack meet Zora’s pack and then they split, they meet again, split again. But in the end, they always meet each other. 

Kalau kita coba telisik lagi, seru banget loh ada dua POV bertahan hidup yang mana tentunya berbeda antara keduanya, lalu kemudian dua POV tersebut bertabrakan, lalu terpisah, lalu bertabrakan lagi. Cuy! Kok bisa orang kepikiran jalan cerita kayak gitu?!?!?!!?

Anyway, bukan Jurassic namanya kalau diplotnya gaada tumbal buat makan para dinosaurus. Dan di film ini, aku gak bisa sedih sama korbannya karena terlalu amaze dengan plot dan bagaimana eksekusi difilmnya. Para tumbal ini tuh sebenarnya bisa ditebak banget kalau mereka bakal dimakan menurutku, tapi eksekusi CGI dan pengambilan gambarnya ituloh yang BAGUS BANGET!!! I know it sounds psycopath, but I like how they make Nina’s and LeClerc’s die

Meskipun bagus banget, bukan berarti film ini tidak punya kekurangan. Di beberapa part aku merasa ada sedikit plot hole. Misalnya aja, kayak siapa yang nyalain generator di malam hari? Dinosaurus? How??? Biasanya tuh pasti ada ‘sebab’ kenapa tiba-tiba listrik aktif.  Lalu latarnya di area di sekitar Suriname tapi sayang banget tidak ada sneak peak pemakaian bahasa Jawa atau Dutch lah paling nggak. Malah adanya French, yang yaa mungkin kampung halaman dari si LeClerc.

After all, karena beberapa alasan tadi cukup minor dan tidak mengganggu jalannya cerita, jadi yeaaah buatku filmnya tetap bagus hehe!

Ketemu lagi di film selanjutnya ya!! 

Another Nia’s Story

Review Home Sweet Loan (2024)

Review Home Sweet Loan (2024)

Kamu pengin beli rumah ? ? ?Hi!!!!!!Pumpung masih hangat banget filmnya dan aku baruuuu saja kemarin habis nonton ini sama Mbak Hilga dan Mbak Efa. Iya! Home Sweet Loan judulnya. Film ini sudah tayang sejak 26 September 2024 lalu. Melansir dari tweet akun X si...

read more
Review Love Reset (2023)

Review Love Reset (2023)

We must recover our memories to say goodbyeOla!!! Setelah kemarin aku menonton film terbaru, kali ini aku abis nonton film yang rilis hampir 2 tahun lalu, tepatnya sekitar bulan Oktober tahun 2023. Karena film ini rilisnya udah dari lama, harusnya sih udah banyak yang...

read more
Review Film People We Meet on Vacation (2026)

Review Film People We Meet on Vacation (2026)

There is thin blur line between searching and escaping.Haloo!!! Aku datang membawa rekomendasi film baru untuk kalian semua hehe 😀 People We Meet on Vacation, diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Emily Henry. Tulisan tangan tersebut diangkat ke layar...

read more

Comments

Nia’s Spot
Kalau kalian sudah nonton filmnya, berapa ratenya menurut kalian?
Copyright © 2026 ramadhaniawy

Review Resident Playbook (2025)

Review Resident Playbook (2025)

Review Resident Playbook (2025)

Hiiiii!!!

Aku kembali lagi dengan untuk membahas drama korea >_<

Baruu banget nih drama kelar weekend lalu dan aku baruuu aja menyelesaikan 2 episode terakhirnya hari ini. Aku tunda nontonnya karena sayang banget loh :(( Kalau dalam bahasa jawa, ’eman e wis entek’. Haahh, tapi kalau ada awal pasti ada akhir ya kan.

Aku masih ingat banget loh gimana rasanya pas nonton episode pertama Resident Playbook. Kesel! Benar-benar sebal dengan karakter dari 4 tokoh utamanya. Yang satu tanyaa mulu kerja nggak becus, yang satu suka heboh terus panik kalang kabut, yang satu punya utang tapi gamau kerja, yang terakhir nirempati mentok. Kesel parah pokoknya!!!!!

Siapa saja emang mereka?

Kalau kalian lihat poster dipost ini, mulai dari yang kiri ada Um Jaeil, Pyo Namkyung, Oh Yiyoung, dan Kim Sabi. 

Terus lanjut episode dua, mulai dah tuh terlihat ada pengembangan karakternya, sampai akhir di episode 12 mereka berempat terus berkembang dan bertumbuh karakternya T_T Penulisnya keren banget bisa ngegambarin pengembangan karakter mereka. Tidak yang langsung signifikan berubah, tapi sedikit demi sedikit layaknya manusia pada umumnya gituloh. Jadi sayang banget sama karakternya huhuhu.

Sebagai sesama orang yang kerja dibidang hospitality, aku tuh jadi bisa relate sama kerjaan para dokter ini. Masalahnya tentu beda, tapi rasa panik dan pusingnya tuh sama! Mungkin aku memang tidak mengoperasi pasien, tapi rasa panik, takut, deg-degannya pas mereka nerima panggilan darurat tuh aku bisa berempati. Aku tahu deg-degannya, takutnya, paniknya pas ada gamas ((yah curcol hahaha)).

Ditambah, dipertengahan Resident Playbook tayang ini, aku juga lagi ngerasa panik banget sama kerjaanku. Sama deh, kan di drama juga lagi puncak-puncaknya masalah ya. Terutama di episode 7 Resident Playbook ini. 

Ituloh, episode yang ada pasien Rusia yang melahirkan bayi sungsang. Terus Oh Yiyoung panik banget soalnya semua pada sibuk! Dr. Seo masih operasi, Dr. Ryu ada operasi darurat, Dr. Ku cuti ((hmm kenapa lek ditinggal cuti mesti ada ae ya wkwk)), terus yaa mau gak mau Yiyoung harus membantu pasiennya. Itu gawat darurat banget! And I can feel the pressure, the panic, deg-degan parah pokoknya pas nonton. Karena aku sempat ngerasain apa yang Yiyoung rasain, meskipun aku tidak menolong lahiran bayi sih.

Yiyoung ditanyain gimana kondisi pasiennya gimana, ada alergi apa nggak, dia jawabnya gak tahu doang karena kendala bahasa dan panik. Terus pas udah di ruang operasi, Yiyoung mau nangis tapi harus ditahan biar nggak terkontaminasi tuh ruang operasi. Terus disitu semua pada nenangin Yiyoung dan nyemangatin dia, ngeyakinin kalo dia pasti bisa. Kayak mereka semua (dokter anestesi, dokter di IGD, dokter pediatri, perawatnya) bilang “Udah pimpin aja operasinya, kita bagi tugas, kamu gak sendirian kok“. Nangis banget gak sihh???

Semua pada bilang, “It’s okay, I got your back“. Aaaah semua pada baik banget. Terus Dr. Ku Dowon yang  dikira cuti, tiba-tiba datang ke ruang operasi buat bantuin. Ahhh rasanya legaaa banget!!!

Aku nangis parah pas scene itu huhuhuhu. Habisnya baruuu aja juga mengalami hal yang mirip kayak Yiyoung!!!!

Bukan bayi sih, tapi postgresql + laravel T_T Dan aku berterima kasih banget sama teman-teman di Jagoan Hosting. Mas Yudha, Mas Hendry, Mas Dino, Rangga, Mas Whisnu, Mas Malik, Mas Tosa, teman-teman IT Dev & OM yang lain, sampai Mas Iks, semuanya! Aku gak bakal bisa menyelesaikan kerjaanku itu kalau bukan karena bantuan mereka semua TT___TT

Balik lagi ke dramanya, yang aku suka juga dari Resident Playbook ini benar-benar ngambil POV kalau kamu beginner dibidang yang kamu geluti. Rasanya nyaman banget selama nonton, aku punya alasan lebih buat menantikan weekend selama ngikutin on going Resident Playbook ini. 

 Oiya!! Resident Playbook ini masih satu universe sama Hospital Playlist, dan disetiap episodenya (per episode 2 kalau gak salah) selalu ada cameo dari aktor-aktris Hospital Playlist. Salah satu alasan lain yang bikin aku makin menunggu banget Resident Playbook tayang yaa cameo-nya!

Amanat dari drama Resident Playbook ini tuh apa?

Drama ini tuh mengajarkan kita banyak hal loh btw. Yang paling aku penginin adalah punya karakter kayak Yiyoung. Oh Yiyoung tuh kalau salah dan dimarahin yaudah gak diambil hati, dia menyadari kalau salah dan 520 ini berusaha untuk memperbaikinya. Yiyoung juga nggak panikan, anaknya sangat kalem (kecuali episode 7 yang emang kayaknya itu case spesial). Aku pengin kayak dia, tapi nyatanya aku tuh hampir mirip Pyo Namkyung. Yang kalo kerja sambil PANIK PARAH aka gupuhan, terus nangisan juga. Kayaknya motto hidupku dan Namkyung tuh, akan kuhadapi apapun tapi sambil nangis. 

Apalagi yaa, tadi kayaknya aku bilang banyak amanatnya tapi kok jadi bingung ya pas dijabarkan haha. Yaudah deh, tonton sendiri aja. Seriusan banyak kok yang bisa diambil dari drama ini. Entar kalau aku ceritain malah spoiler berat jadinya. Ini aja dah spoiler parah wkwk

Pssttttt … sebelum aku menutup tulisan kali ini, aku juga mau memperkenalkan OST drama ini yang enak-enak banget!!!! FYI yang di playlist nomor 1 sampai 10, aku suka semua. Jangan lupa didengerin yaa!

Ketemu lagi kapan-kapan ditulisanku selanjutnya 😀

Another Nia’s Story

Review Home Sweet Loan (2024)

Review Home Sweet Loan (2024)

Kamu pengin beli rumah ? ? ?Hi!!!!!!Pumpung masih hangat banget filmnya dan aku baruuuu saja kemarin habis nonton ini sama Mbak Hilga dan Mbak Efa. Iya! Home Sweet Loan judulnya. Film ini sudah tayang sejak 26 September 2024 lalu. Melansir dari tweet akun X si...

read more
Review Love Reset (2023)

Review Love Reset (2023)

We must recover our memories to say goodbyeOla!!! Setelah kemarin aku menonton film terbaru, kali ini aku abis nonton film yang rilis hampir 2 tahun lalu, tepatnya sekitar bulan Oktober tahun 2023. Karena film ini rilisnya udah dari lama, harusnya sih udah banyak yang...

read more
Review Film People We Meet on Vacation (2026)

Review Film People We Meet on Vacation (2026)

There is thin blur line between searching and escaping.Haloo!!! Aku datang membawa rekomendasi film baru untuk kalian semua hehe 😀 People We Meet on Vacation, diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Emily Henry. Tulisan tangan tersebut diangkat ke layar...

read more

Comments

Nia’s Spot
Kalau kalian sudah nonton filmnya, berapa ratenya menurut kalian?
Copyright © 2026 ramadhaniawy