Review Love Reset (2023)

Review Love Reset (2023)

Review Love Reset (2023)

We must recover our memories to say goodbye

Ola!!!

Setelah kemarin aku menonton film terbaru, kali ini aku abis nonton film yang rilis hampir 2 tahun lalu, tepatnya sekitar bulan Oktober tahun 2023. Karena film ini rilisnya udah dari lama, harusnya sih udah banyak yang nonton yaa. Mungkin kamu termasuk salah satunya? xixixi

Judulnya dalam bahasa Inggris adalah Love Reset, tapi dikenal juga sebagai 30일 dalam bahasa korea (kalau ditranslate artinya 30 Days). Film bergenre komedi-romansa yang dibintangi Kang Haneul dan Jung Somin ini patut diacungi jempol. Chemistry mereka berdua ituloh, rasanya menembus layar haha. 

Ceritanya tentang apa sih?

Well, cerita dibuka dengan bagaimana kisah romansa antara Hong Nara (Jung Somin) dan Jungyeol (Kang Haneul) sangat dramatis seperti di film-film. Pengantin wanita kaya raya, a.k.a Nara, kabur dari pernikahan dan memilih mengejar cintanya mahasiswa hukum pengangguran, si Jungyeol. Kalau kalian berharap film ini akan menceritakan kehidupan romantis mereka berdua, hmm salah besar. 

Selang beberapa menit dari adegan tadi, kita langsung dibawa ke kondisi sekarang dimana dua tokoh utama kita tadi sedang duduk dan beradu mulut dihadapan pengadilan agama. Iyaaa, pengadilan agama! Mereka berdua mau mengurus perceraian 🙂

Nah, sampai sini nih konflik yang sebenarnya dari film ini pun dimulai. Sepulang dari pengadilan, mereka berdua yang berkendara di dalam satu mobil tertabrak oleh truk. Bangun-bangun pasangan suami-istri itu ternyata mengalami amnesia. Disini nih, kurang 30 hari perceraian disahkan eh malah yang bersangkutan hilang ingatan.

Untuk memulihkan kembali ingatan Nara dan Jungyeol, dokter menyarankan supaya mereka ditempatkan di lingkungan mereka biasanya. Yang mana tentunya yaa rumah mereka berdua. Lucunya, keluarga pihak pria dan wanita ini sangat mendukung mereka bercerai. Jadi selama 30 hari dua insan itu kembali ke rumah, mereka, para keluarga, berharap keduanya bisa sembuh ingatannya dan tetap melanjutkan perceraian. 

Struggle banget pokoknya. Tapi seru. Karena bayangin deh, semesta tuh kayak menyuruh mereka kembali lagi dari awal. Kembali lagi untuk berusaha mengingat why I love this man/woman, why I choose him/her, why I still standing next to him/her? Romantis ya kayaknya. 

But surprise!! Paradox is coming. Selain mengingat hal-hal romantis itu, tentunya mereka akan mengingat hal-hal yang buruk juga. Why I hate him/her, why we choose to divorce? Hahaha it’s like happiness and sadness always come in a bundle

Film dengan durasi hampir 2 jam ini disajikan dengan padat. Dari apa yang aku ceritakan di atas, konflik tiap scene disampaikan dengan tidak bertele-tele. Komedi di film ini juga masuk di aku. 

After effect setelah menonton film ini, buatku pribadi adalah perasaan lega namun sedikit kosong. Lega karena mereka akhirnya berhenti tengkar di ending haha. Sedikit kosong, karena masih nggak habis pikir sama karakternyat. Since I’m single, honestly I can not relate with our main characters. But I guarantee you, I still have empathy for them. 

What can we get from this movie?

Berkat film ini, aku jadi tahu kalau orang berumah tangga tuh harus diutamakan komunikasi. Karena meskipun Kamu sudah menikah, pasanganmu ya tetap orang lain. Dia bukan menjadi dirimu, tapi tetap menjadi entitas lain yang hidupnya berdampingan sama kamu. Kalau nggak dikomunikasiin kamu maunya apa, dia maunya apa, yaaa cekcok jadinyaa. Yang ujung-ujungnya kalau cekcoknya parah yaa, cerai. Thanks God if they do not have children, but if they do, ughh I bet it will only make a new problem.

Tapi nih ya, selain pentingnya dikomunikasikan terkait apa yang masing-masing rasakan, cara penyampaiannya juga perlu diperhatikan. Harus dengan tutur bahasa yang baik, nggak teriak-teriak. Seringkali kita tuh lupa bahwa keluarga juga merupakan ‘orang lain’. Orang lain yang juga punya perasaan dan perlu kita hormati. Hmm, nggak perlu bahas suami-istri deh, bahkan keluarga kayak adik, kakak, ibu, bapak, pun kita kalau ngobrol sama mereka seringkali ‘kelepasan’ saat ingin menyampaikan sesuatu ‘kan.

Anyway, karena ini film jadi awalnya ditayangin di bioskop pas awal rilis dulu. Tapi jangan khawatir! Kalau Kamu belum pernah nonton filmnya dan pengin nonton, sekarang filmnya bisa diakses secara online kok. Teman-teman bisa mengakses filmnya di Viu. 

 

Oke deh, segitu dulu. Ketemu lagi di film berikutnya! Ciao!!!!

Another Nia’s Story

Review Home Sweet Loan (2024)

Review Home Sweet Loan (2024)

Kamu pengin beli rumah ? ? ?Hi!!!!!!Pumpung masih hangat banget filmnya dan aku baruuuu saja kemarin habis nonton ini sama Mbak Hilga dan Mbak Efa. Iya! Home Sweet Loan judulnya. Film ini sudah tayang sejak 26 September 2024 lalu. Melansir dari tweet akun X si...

read more
Review Love Reset (2023)

Review Love Reset (2023)

We must recover our memories to say goodbyeOla!!! Setelah kemarin aku menonton film terbaru, kali ini aku abis nonton film yang rilis hampir 2 tahun lalu, tepatnya sekitar bulan Oktober tahun 2023. Karena film ini rilisnya udah dari lama, harusnya sih udah banyak yang...

read more
Review Film People We Meet on Vacation (2026)

Review Film People We Meet on Vacation (2026)

There is thin blur line between searching and escaping.Haloo!!! Aku datang membawa rekomendasi film baru untuk kalian semua hehe 😀 People We Meet on Vacation, diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Emily Henry. Tulisan tangan tersebut diangkat ke layar...

read more

Comments

Nia’s Spot
Kalau kalian sudah nonton filmnya, berapa ratenya menurut kalian?
Copyright © 2026 ramadhaniawy

Review Resident Playbook (2025)

Review Resident Playbook (2025)

Review Resident Playbook (2025)

Hiiiii!!!

Aku kembali lagi dengan untuk membahas drama korea >_<

Baruu banget nih drama kelar weekend lalu dan aku baruuu aja menyelesaikan 2 episode terakhirnya hari ini. Aku tunda nontonnya karena sayang banget loh :(( Kalau dalam bahasa jawa, ’eman e wis entek’. Haahh, tapi kalau ada awal pasti ada akhir ya kan.

Aku masih ingat banget loh gimana rasanya pas nonton episode pertama Resident Playbook. Kesel! Benar-benar sebal dengan karakter dari 4 tokoh utamanya. Yang satu tanyaa mulu kerja nggak becus, yang satu suka heboh terus panik kalang kabut, yang satu punya utang tapi gamau kerja, yang terakhir nirempati mentok. Kesel parah pokoknya!!!!!

Siapa saja emang mereka?

Kalau kalian lihat poster dipost ini, mulai dari yang kiri ada Um Jaeil, Pyo Namkyung, Oh Yiyoung, dan Kim Sabi. 

Terus lanjut episode dua, mulai dah tuh terlihat ada pengembangan karakternya, sampai akhir di episode 12 mereka berempat terus berkembang dan bertumbuh karakternya T_T Penulisnya keren banget bisa ngegambarin pengembangan karakter mereka. Tidak yang langsung signifikan berubah, tapi sedikit demi sedikit layaknya manusia pada umumnya gituloh. Jadi sayang banget sama karakternya huhuhu.

Sebagai sesama orang yang kerja dibidang hospitality, aku tuh jadi bisa relate sama kerjaan para dokter ini. Masalahnya tentu beda, tapi rasa panik dan pusingnya tuh sama! Mungkin aku memang tidak mengoperasi pasien, tapi rasa panik, takut, deg-degannya pas mereka nerima panggilan darurat tuh aku bisa berempati. Aku tahu deg-degannya, takutnya, paniknya pas ada gamas ((yah curcol hahaha)).

Ditambah, dipertengahan Resident Playbook tayang ini, aku juga lagi ngerasa panik banget sama kerjaanku. Sama deh, kan di drama juga lagi puncak-puncaknya masalah ya. Terutama di episode 7 Resident Playbook ini. 

Ituloh, episode yang ada pasien Rusia yang melahirkan bayi sungsang. Terus Oh Yiyoung panik banget soalnya semua pada sibuk! Dr. Seo masih operasi, Dr. Ryu ada operasi darurat, Dr. Ku cuti ((hmm kenapa lek ditinggal cuti mesti ada ae ya wkwk)), terus yaa mau gak mau Yiyoung harus membantu pasiennya. Itu gawat darurat banget! And I can feel the pressure, the panic, deg-degan parah pokoknya pas nonton. Karena aku sempat ngerasain apa yang Yiyoung rasain, meskipun aku tidak menolong lahiran bayi sih.

Yiyoung ditanyain gimana kondisi pasiennya gimana, ada alergi apa nggak, dia jawabnya gak tahu doang karena kendala bahasa dan panik. Terus pas udah di ruang operasi, Yiyoung mau nangis tapi harus ditahan biar nggak terkontaminasi tuh ruang operasi. Terus disitu semua pada nenangin Yiyoung dan nyemangatin dia, ngeyakinin kalo dia pasti bisa. Kayak mereka semua (dokter anestesi, dokter di IGD, dokter pediatri, perawatnya) bilang “Udah pimpin aja operasinya, kita bagi tugas, kamu gak sendirian kok“. Nangis banget gak sihh???

Semua pada bilang, “It’s okay, I got your back“. Aaaah semua pada baik banget. Terus Dr. Ku Dowon yang  dikira cuti, tiba-tiba datang ke ruang operasi buat bantuin. Ahhh rasanya legaaa banget!!!

Aku nangis parah pas scene itu huhuhuhu. Habisnya baruuu aja juga mengalami hal yang mirip kayak Yiyoung!!!!

Bukan bayi sih, tapi postgresql + laravel T_T Dan aku berterima kasih banget sama teman-teman di Jagoan Hosting. Mas Yudha, Mas Hendry, Mas Dino, Rangga, Mas Whisnu, Mas Malik, Mas Tosa, teman-teman IT Dev & OM yang lain, sampai Mas Iks, semuanya! Aku gak bakal bisa menyelesaikan kerjaanku itu kalau bukan karena bantuan mereka semua TT___TT

Balik lagi ke dramanya, yang aku suka juga dari Resident Playbook ini benar-benar ngambil POV kalau kamu beginner dibidang yang kamu geluti. Rasanya nyaman banget selama nonton, aku punya alasan lebih buat menantikan weekend selama ngikutin on going Resident Playbook ini. 

 Oiya!! Resident Playbook ini masih satu universe sama Hospital Playlist, dan disetiap episodenya (per episode 2 kalau gak salah) selalu ada cameo dari aktor-aktris Hospital Playlist. Salah satu alasan lain yang bikin aku makin menunggu banget Resident Playbook tayang yaa cameo-nya!

Amanat dari drama Resident Playbook ini tuh apa?

Drama ini tuh mengajarkan kita banyak hal loh btw. Yang paling aku penginin adalah punya karakter kayak Yiyoung. Oh Yiyoung tuh kalau salah dan dimarahin yaudah gak diambil hati, dia menyadari kalau salah dan 520 ini berusaha untuk memperbaikinya. Yiyoung juga nggak panikan, anaknya sangat kalem (kecuali episode 7 yang emang kayaknya itu case spesial). Aku pengin kayak dia, tapi nyatanya aku tuh hampir mirip Pyo Namkyung. Yang kalo kerja sambil PANIK PARAH aka gupuhan, terus nangisan juga. Kayaknya motto hidupku dan Namkyung tuh, akan kuhadapi apapun tapi sambil nangis. 

Apalagi yaa, tadi kayaknya aku bilang banyak amanatnya tapi kok jadi bingung ya pas dijabarkan haha. Yaudah deh, tonton sendiri aja. Seriusan banyak kok yang bisa diambil dari drama ini. Entar kalau aku ceritain malah spoiler berat jadinya. Ini aja dah spoiler parah wkwk

Pssttttt … sebelum aku menutup tulisan kali ini, aku juga mau memperkenalkan OST drama ini yang enak-enak banget!!!! FYI yang di playlist nomor 1 sampai 10, aku suka semua. Jangan lupa didengerin yaa!

Ketemu lagi kapan-kapan ditulisanku selanjutnya 😀

Another Nia’s Story

Review Home Sweet Loan (2024)

Review Home Sweet Loan (2024)

Kamu pengin beli rumah ? ? ?Hi!!!!!!Pumpung masih hangat banget filmnya dan aku baruuuu saja kemarin habis nonton ini sama Mbak Hilga dan Mbak Efa. Iya! Home Sweet Loan judulnya. Film ini sudah tayang sejak 26 September 2024 lalu. Melansir dari tweet akun X si...

read more
Review Love Reset (2023)

Review Love Reset (2023)

We must recover our memories to say goodbyeOla!!! Setelah kemarin aku menonton film terbaru, kali ini aku abis nonton film yang rilis hampir 2 tahun lalu, tepatnya sekitar bulan Oktober tahun 2023. Karena film ini rilisnya udah dari lama, harusnya sih udah banyak yang...

read more
Review Film People We Meet on Vacation (2026)

Review Film People We Meet on Vacation (2026)

There is thin blur line between searching and escaping.Haloo!!! Aku datang membawa rekomendasi film baru untuk kalian semua hehe 😀 People We Meet on Vacation, diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Emily Henry. Tulisan tangan tersebut diangkat ke layar...

read more

Comments

Nia’s Spot
Kalau kalian sudah nonton filmnya, berapa ratenya menurut kalian?
Copyright © 2026 ramadhaniawy

Review Mr. Plankton (2024)

Review Mr. Plankton (2024)

Review Mr. Plankton (2024)

Menculik pengantin?!?!

Hiiiii!!!

Aku habis marathon salah satu netflix series, kali ini Kdrama lagi, judulnya Mr. Plankton. Baru rilis 8 November 2024 lalu dan aku baru menyelesaikannya sekarang.

Siapa saja pemerannya?

Ada 3 tokoh utama di cerita ini, yaitu: 

1. Haejo aka Chae Seunghyeok yang diperankan Woo Dohwan

2. Jo Jaemi yang dibintangi Lee Youmi.

3. Serta Eo Heung yang diperankan dengan apik oleh Oh Jungse.

Ceritanya tentang apa sih Mr. Plankton ini?

Eitsss, sebelum bahas ke plot dan isi cerita, aku mau memuji banget series ini. Akting dan adlibs aktornya luar biasa bangeeeeeettttt. Latar tempat yang dipilih cantik parah. Mulai dari sawah, pantai, gunung, gunung bersalju, semuanya bagus. Terus yang tidak kalah penting, OST drama ini SANGAT COCOK sama filmnya. Thanks to Junha Park dengan lagunya The Town dan sederet lagu lainnya yang juga jadi ost di series ini.

Ok ok, masuk ke cerita.

Di episode 1 film ini sudah kelihatan banget kalau genre film ini selain romance-comedy seperti yang tertera di platform, juga bergenre angst. Sedih? Iya dong, pasti! Diawal cerita saja sudah dibuka dengan scene dimana Haejo sekarat, kemudian kita diajak kembali ke beberapa bulan sebelum kejadian tersebut.

Tiga bulan sebelumnya, Haejo divonis dokter bahwa pada otaknya muncul semacam tumor yang sangat banyak. Dia menyebut ini bom waktu yang bisa menyebabkan kepalanya meledak. Menurut analisa dokter, penyebab ‘bom waktu’ di kepala Haejo muncul ini sebagian besar karena gen. Lucu banget, sedangkan kondisinya Haejo tidak tahu siapa bapaknya.

Sepulang dari rumah sakit, Haejo bertemu Jaemi, mantan kekasihnya, yang divonis mengalami menopause dini. Dalam 2 hari, Jaemi sebenarnya akan menikah dengan Eo Heung, pewaris ke-18 dari keluarga ‘adat’ disana. Tapi setelah mengetahui bahwa dirinya tidak akan bisa memiliki anak, Jaemi merasa sedih dan bingung.

Disinilah, kisah seru dimulai. Haejo yang punya karakter YOLO, tiba-tiba datang ke pernikahan Jaemi dan menculik pengantin wanita tersebut. Lalu Eo Heung gimana? Ya kali, pengantin pria cuma diem-diem bae tau calon istrinya diculik. Dikejarlah!

Tapi ceritanya nggak sampai disitu doang. Eo Heung tidak sendirian, karena ada orang lain juga yang mengejar Haejo. Gangster malah!
Lah? Kok bisa??? Nah, itu dia serunya! Kalau kepo, gas tonton aja lah. Entar aku malah spoiler hahaha.

So, overall?

Mr. Plankton dikemas dengan padat dalam 10 episode. Tidak ada terlalu banyak tokoh yang diperkenalkan, sehingga membuat cerita ini melebar. Meskipun di 5 episode awal series ini akan membuat kita merasa ‘Kok banyak banget sih tokohnya?’ Tapi seriusan deh, semua tokoh pendamping berperan penting dalam alur ceritanya.

Oiya, sekali lagi aku mau memuji akting para aktornya huhuhuhu. Selain karena Woo Dohwan ganteng banget, tapi gila sih dia ekspresif banget. Yang paling aku suka adalah adegan saat Woo Dohwan kaget. Semua adegan dia kaget di 10 episode series itu, rasanya kayak beneran kaget hahaha.

Terus yang mengesankan juga adalah SUARANYA WOO DOHWAN!!!! Suara Woo Dohwan tuh tipe-tipe yang berat, lembut, manly gitu. Yang cocok buat iklan-iklan spotify atau penyiar radio mungkin. Enak bener didengar selama 10 episode itu pokoknya! Dan yang kece adalah Woo Dohwan pandai banget mainin intonasi suaranya. Seperti yang aku bilang, suara Woo Dohwan tuh iklan banget yang ceria-tengil, tapi ketika dia memerankan adegan sedih yaa suaranya tuh kedengeran sedih banget.

Lalu ada Lee Youmi yang aaaaahhhh cantik bangettttt. Terus dia juga pas adegan di peron kereta api sebelum berangkat ke Busan, ada scene dimana Youmi kaget dan rasanya itu kaget beneran deh hahaha. Aku akan tetap membahas adegan kaget yang ada di Mr. Plankton ini sampai sekian juta kali hahaha. Nagih lihatnya!

Last but not least, Oh Jungse jjang! Aktingnya keren banget. Dalam 10 episode itu, kita bakal diajak melihat pertumbuhan karakter dari Eo Heung. Penulis cerita ini keren banget, dan tentunya Oh Jungse yang memerankan tokoh ini tidak kalah nampolnya!

Content warning

Di series ini banyak banget umpatan. Beneran yang setiap 3 menit sekali adaaa aja umpatannya. Untungnya ini umpatannya dalam bahasa korea dan diterjemahkan dengan bagus. Yaa nggak begitu mengganggulah.

Apa yang bisa diambil dari film ini?

Live your life. Accept yourself first, then you can accept other people in your life and you won’t hurting them.
Ah! Banyak sebenarnya kutipan-kutipan asbun dari Haejo dan Jaemi yang relate dengan kehidupan masyarakat pada umumnya, sayangnya aku tidak mencatatnya karena mager. Alias sebenarnya pengin cepet-cepet nyelesaiin marathon film ini hahaha.
Anyway, kalau Kamu kepo, buruan tonton seriesnya di Netflix!

Another Nia’s Story

Review Home Sweet Loan (2024)

Review Home Sweet Loan (2024)

Kamu pengin beli rumah ? ? ?Hi!!!!!!Pumpung masih hangat banget filmnya dan aku baruuuu saja kemarin habis nonton ini sama Mbak Hilga dan Mbak Efa. Iya! Home Sweet Loan judulnya. Film ini sudah tayang sejak 26 September 2024 lalu. Melansir dari tweet akun X si...

read more
Review Love Reset (2023)

Review Love Reset (2023)

We must recover our memories to say goodbyeOla!!! Setelah kemarin aku menonton film terbaru, kali ini aku abis nonton film yang rilis hampir 2 tahun lalu, tepatnya sekitar bulan Oktober tahun 2023. Karena film ini rilisnya udah dari lama, harusnya sih udah banyak yang...

read more
Review Film People We Meet on Vacation (2026)

Review Film People We Meet on Vacation (2026)

There is thin blur line between searching and escaping.Haloo!!! Aku datang membawa rekomendasi film baru untuk kalian semua hehe 😀 People We Meet on Vacation, diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Emily Henry. Tulisan tangan tersebut diangkat ke layar...

read more

Comments

Nia’s Spot
Kalau kalian sudah nonton filmnya, berapa ratenya menurut kalian?
Copyright © 2026 ramadhaniawy

Review Film Ballerina Netflix 2023

Review Film Ballerina Netflix 2023

Review Film Ballerina Netflix 2023

복수

Hiiiii
Aku kali ini datang membawa review film baru. Masih hangat banget nih filmnya, baru saja rilis di Netflix 5 Oktober 2023 lalu.
Jadi sebenarnya aku nonton ini hari Selasa (10/10) kemarin saat aku menginap di kos temanku. Yaa sambil makan nasi padang, kita berdua nonton film Ballerina ini.

Genre-nya apa?

Thriller. Seriusan deh, film dengan durasi 1 jam 33 menit ini tuh genrenya action-thriller. Dibalik judulnya “Ballerina”, film ini ternyata bukanlah tentang tari menari haha hihi. Oiya, fyi ada content warning atau mungkin trigger warning dariku karena di film ini ada sedikit scene tentang suicide dan juga BDSM. Tidak ditunjukkan secara gamblang, tapi kurasa ini baik disampaikan diawal meskipun sedikit mengandung spoiler.

Oke, so ceritanya tentang apa?

Ada 2 gadis yang bersahabat, Okju si mantan pengawal dan Minhee si ballerina. Suatu hari, setelah pentas Minhee tiba-tiba melakukan suicide, dan meninggalkan pesan pada Okju untuk membalaskan dendamnya pada orang yang menyebabkan Minhee memilih untuk suicide.

Dari petunjuk yang ditinggalkan Minhee, selama menonton aku menduga ini ada hubungannya dengan narkoba. Karena pada percakapan mereka dilakukan dengan ‘kata sandi’.
Jujur aku tidak begitu paham dengan kata sandi yang mereka bicarakan, tapi mungkin karena film jadi durasinya dipercepat.
Timeline film ini juga terhitung cepat menurutku untuk seseorang yang melakukan balas dendam, tidak sampai satu minggu dan selesai.

Alurnya dibuat maju mundur, dan itu cukup menyenangkan. Yang sangat membekas buatku di film ini adalah OST-nya. Background musiknya ketika melakukan adegan action sangat amat fresh dan seru untuk didengarkan.

Seperti yang kubilang di awal, film ini thriller jadi cukup banyak scene yang melibatkan kekerasan yang berdarah-darah. Tapi masih bisa ditolerir, jadi tidak terlalu gore. Selama nonton jujur saja, karena aku pribadi kurang suka dengan scene yang terlalu ‘keras’ jadinya kututup mataku saat adegan yang cukup berdarah.

Well, score untukku adalah 7 dari 10. Ini hanya pendapat pribadi, agak sedikit subjektif memang, tapi aku sudah berusaha se-objektif mungkin. Banyak plot hole menurutku, tapiii akting para aktornya juara sih. Dan adegan berantemnya, sangatt keren parah. Damn Okju, fight gurl!!

More From Nia’s Story

Stray Kids, ATE!

Stray Kids, ATE!

ATE, Yeah!Hi!!!! Kali ini aku mau ngenalin Stray Kids!!! Yup, para Anak Nyasar ini baru aja comeback dengan album baru mereka, ATE. Vibe dari 8 lagu yang ada dialbum mereka tentunya berisik, ramai (in a good way tentunya). Semua lagunya tuh lagu ganteng hahaha. Kalo...

read more
Memperoleh appid untuk API pada Jagoan Cloud

Memperoleh appid untuk API pada Jagoan Cloud

Hi!!! Kali ini aku datang dengan panduan untuk memperoleh appid untuk API di Jagoan Cloud. Sebenarnya ini merupakan contoh bagaimana pemakaian API yang telah didokumentasikan resmi oleh Jelastic. Mari, kita simak sama-sama!1.Buat access token terlebih dahulu seperti...

read more
Why I choose .MY.ID?

Why I choose .MY.ID?

ID is My IdentityHi Hi Hi 😀 Kali ini aku datang ingin bercerita sesuatu hehehe. Kalau sebelumnya aku cerita soal latar belakang pembuatan websiteku ini, kali ini aku mau cerita kenapa aku pilih ramadhaniawy.my.id sebagai domain untuk websiteku. Psstt... Kalau ingin...

read more

Comments

Nia’s Spot
Kalau kalian sudah nonton filmnya, berapa ratenya menurut kalian?
Copyright © 2026 ramadhaniawy

Review 20th Century Girl

Review 20th Century Girl

Review 20th Century Girl

Ngekepoin gebetan bestie jadi…

Hi hi hi
Aku kembali lagi dan datang dengan review film terbaru hehe. Judulnya “20th Century Girl” dan filmnya ini baru saja rilis di Netflix tanggal 21 Oktober 2022. Durasi filmnya 2 jam 1 menit. Dan aku baru saja nonton ini kemarin, setelah nonton kucek twitter ternyata trending filmnya.

Kenapa bisa trending?

Karena banyak yang suka filmnya tapi juga sekaligus merasa sedih setelah nonton 20th Century Girl ini. Genrenya tuh kulihat Romance-Remaja, kuduga ini romcom awalnya. Sudah excited kan karena akhirnya ada drama romcom lagi ditengah-tengah maraknya drama korea bergenre mistery dan angst akhir-akhir ini. Tapi ternyata film yang dibintangi oleh Kim Yoojung ini awalnya memang ringan dan menyenangkan, tapi endingnya ternyata jadi angst.

Ceritanya seperti apa?

Jadi, 20th Century Girl ini diawali dengan kisah persahabatan Na Bora dan Kang Yeondoo, mereka berdua baru saja masuk SMA. Yeondoo ini suka dengan cowok yang satu angkatan dengan mereka, namanya Baek Hyunjin. Karena suka, sebenarnya Yeondoo ingin kenalan dan nge-kepoin si Hyunjin ini sampai dia nggak pengin berangkat operasi jantung ke Amerika. Tapi Bora yang khawatir dengan kesehatan Yeondoo akhirnya membujuk Yeondoo agar tetap berangkat ke Amerika untuk menjalani operasi. Bora berjanji akan selalu memberi kabar mengenai Hyunjin ke Yeondoo melalui email.

Dari sinilah akhirnya kisah kepo-mengkepo Bora ke Baek Hyunjin dimulai. Mulai dari Bora berusaha mencari nomor telepon Hyunjin, film kesukaan, tinggi badan, sampai ikut ekskul yang sama, semua tentang Baek Hyunjin ini Bora catat. Lalu sepulang sekolah Bora akan mengirim hasil pengamatannya ke email Yeondoo. Oh hampir terlupa, selama proses pengamatan Bora ke Baek Hyunjin terkadang juga melibatkan sahabat Hyunjin, Poong Woonoh namanya.

Akhirnya setelah operasi Yeondoo di Amerika berjalan dengan baik, Yeondoo pun pulang ke Korea Selatan. Dan main conflict film ini pun dimulai, serta genre film ini yang awalnya fluffy-teen-romance berubah menjadi angst. Beneran deh, endingnya tuh sedih.

Aktingnya Kim Yoojung saat memerankan Na Bora bagus banget. Apalagi pas Bora nangis rasanya aku jadi pengin ikut nangis. Nggak pengin sih, tapi memang sudah nangis akunya.

Rateku buat film ini 8,5 dari 10. Akting para aktornya tidak perlu diragukan lagi, ditambah sinematografi film ini cantik banget. Serasa kita kembali ke jaman dulu berkat efek kamera yang cantik. Cuma di film ini ada satu part yang membuatku bingung, kayak ‘ini terus gimana?’ tapi sepertinya penonton lain tidak banyak yang merhatiin hal itu kalau kulihat dari cuitan mereka di twitter.

Tapi secara keseluruhan film ini memang bagus dan cocok banget ditonton apalagi pas suasana musim hujan kayak gini. Makin berasa sedihnya T_T
Happy watching, guys!!

 P.S :
– Genre angst ini beneran ada ya teman-teman. Genre ini biasanya digunakan untuk menyebut cerita yang memiki alur sedih. Jadi bukan plesetan dari satu kata umpatan hehe. Referensi : https://kumparan.com/berita-update/mengenal-genre-angst-yang-ada-pada-cerita-fanfiction-1x6PatNtmwV
– kusematkan ini karena aku sangat suka opini user twitter ini : 

More From Nia’s Story

Culture Shock di Lombok

Culture Shock di Lombok

Hiiiiii Aku mau cerita. Sebagai seorang Jawa tulen yang ibu-bapaknya memang asli Jawa Timur, aku mengalami beberapa culture shock selama hampir 2 minggu di Lombok ini. Oh! Ada beberapa perbedaan budaya juga sebagai orang yang selama ini tinggal di kota kecil kayak...

read more
Review Film People We Meet on Vacation (2026)

Review Film People We Meet on Vacation (2026)

There is thin blur line between searching and escaping.Haloo!!! Aku datang membawa rekomendasi film baru untuk kalian semua hehe 😀 People We Meet on Vacation, diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Emily Henry. Tulisan tangan tersebut diangkat ke layar...

read more
Review Buku The Five People You Meet in Heaven

Review Buku The Five People You Meet in Heaven

Meniti BianglalaHaloo!!! Setelah sekian lama, akhirnya aku kembali lagi menulis di blog ini hehe. Kali ini aku mau membahas buku yang baru saja aku selesaikan. Judulnya "The Five People You Meet in Heaven", karya dari Mitch Albom. Mungkin kalau kalian suka membaca,...

read more

Comments

Nia’s Spot
Kalau kalian sudah nonton filmnya, berapa ratenya menurut kalian?
Copyright © 2026 ramadhaniawy