Review The Odyssey (2026)

by | Jul 29, 2026 | Hollywood, Movie

If only the gods are willing

Γεια!!!

Kisah mitologi Yunani tampaknya lagi ramai diperbincangkan lagi ya di 2026 ini. Setelah akhir 2025 lalu ramai bahas mengenai series dari Percy Jackson yang diangkat ulang oleh Disney, Juli 2026 ini ada film baru garapan Christopher Nolan yang bawa tema mitologi Yunani. The Odyssey. Seperti yang tergambarkan dari judulnya, film ini menceritakan mengenai kisah kehidupan Odysseus sang pahlawan dari Yunani.

Film ini rilis pada 15 Juli 2026, dan aku baru nonton filmnya 2 minggu kemudian. Berdasarkan review teman-teman dan juga video pendek yang seliweran disosial media, katanya film ini bagus. Ten out of ten. But they do not describe it and I can’t imagine why it’s good. So I choose to watch it by myself, I want to immerse to this movie haha. 

Dan setelah nonton film ini selama hampir 3 jam, akhirnya aku sepakat dengan opini orang-orang. Bahkan aku juga jadi tau kenapa salah seorang temanku yang biasanya suka mengantuk saat nonton film, bisa merasa seru selama menonton film ini. Jujur, kayaknya memang tidak perlu diragukan lagi sih soal film garapan dari Christopher Nolan ini. 

Pace film ini padat, BANGET. Tiga jam kerasa banget lamanya buatku, cuma tidak membosankan. Mungkin karena kakiku kerasa pegel kali ya. Nah, adegan film ini dibuka dengan adanya jamuan di Ithaca, suara penyair yang diperankan Travis Scott bergema di bioskop. Kemudian kisah diteruskan dengan lanjut ke kisah kilas balik soal siapa itu Odysseus, kenapa dia pergi berperang ke Troya, hingga kisah epik petualangan Odysseus ini untuk kembali pulang ke Ithaca. 

Alur cerita dari film ini jujur ketebak banget. Come on, if you read any greek myths before, I believe you will familiar with this film’s plot. I guess, the plot is not the point of this film. The point is how Sir Nolan can bring out the imagination into the real visualization, into the screen!

Sejak kecil, aku suka baca mitologi yunani. Somehow, di rumah aku punya kumpulan cerpen mitologi Yunani yang sudah kubaca ulang berkali-kali. Selama menonton film tadi, aku merasa bernostalgia. Bagaimana tidak, semua imajinasi dan ingatan mengenai paragraf cerita yang sudah lama kubaca sebelumnya, seolah keluar dari kepala dan betul-betul ada di layar besar didepanku. It feels like, everything I’ve imagined before, becoming real now! Dan aku puas sekali karena hasil pengambilan gambarnya sangat epik. Eksekusi alurnya sangat rapi. Sountrack filmnya cocok abis dengan adegan-adegannya. Tmi, tabuhan genderang difilmnya masih membuatku merinding loh sampai sekarang!

Menonton The Odyssey ini ibarat menonton The Chronicles of Narnia dan Percy Jackson, tapi versi lebih dewasa. Tone film ini, adegan-adegan difilmnya, cocok banget ditonton orang-orang berusia dua puluhan ke atas. I mean, if I watch this movie as a junior high school student, I bet I will be terrified hahaha. Apalagi pas muncul Polyphemus, si Cyclops penggembala domba itu, aku yakin aku yang masih SMP itu akan skip-skip adegan ini. Karena di film ini Sir Nolan membuat Polyphemus bentuknya sangat ‘tidak proporsional’, sudahlah matanya memang cuma 1 dibuat makin buruk rupa pula dia. Pokoknya beda dari gambaran ‘monster’ di film-film kayak Narnia atau Percy, yang biasanya dibuat sedikit humanis dan bisa diterima mata. Selain itu, adegan pas tim Odysseus sowan ke hunian penyihir Circe, duh! Aku yakin, adegan itu akan susah diterima remaja muda haha. Sangat tidak menyenangkan melihat Circe mengubah para awak Odysseus menjadi babi. I personally disgusted but satisfied hehe. 

Menjelang babak terakhir film The Odyssey ini, aku pribadi merasa Mr. Nolan berusaha menitikberatkan di sisi penyesalan Odysseus. Bukan hanya karena dia gagal membawa krunya pulang ke Ithaca dengan selamat, tapi juga sejak dia punya ide mengenai kuda Trojan. Ibarat kata nih, kemenangan sudah ada di tangan Odysseus, bukannya langsung pulang untuk merayakan, dia malah enggan pulang dan berakhir memilih jalur pulang yang lebih jauh hingga perlu 20 tahun untuk kembali ke kampung halaman. 

Keren banget sih Mr. Nolan bisa kepikiran sudut pandang kayak gitu. Apa emang POV ini ada juga di karya tulis dari Homer? Atau apa mungkin Christopher Nolan terinspirasi dari film Oppenheimer sebelumnya? Aku belum menonton Oppenheimer sih hehe. But I feel both, The Odyssey and Oppenheimer, having similar regrets vibe. Just personal opinion by the way. 

TMI tidak penting untuk menutup tulisanku kali ini. Selama aku menonton film ini, beberapa kali aku merasa dejavu. Karena aku berasa kayak lagi nonton ‘bioskop trans tv’ sama bapak di rumah saat aku kecil haha. Bedanya dulu aku disuruh segera tidur kalau sudah iklan yang pertama, kalau sekarang aku bisa nonton filmnya sampai abis ((dan gaada iklan di bioskopnya wkwk)). 

Overall, film ini memang bagus. Jadi silakan tonton deh pumpung masih ada filmnya di bioskop. Kataku sih lebih baik nonton di bioskop ya, efek suaranya ituloh mantap banget!

Ciao. Ketemu lagi di tulisanku selanjutnya nanti!

Written by nia

Another Nia’s Story

Review Home Sweet Loan (2024)

Review Home Sweet Loan (2024)

Kamu pengin beli rumah ? ? ?Hi!!!!!!Pumpung masih hangat banget filmnya dan aku baruuuu saja kemarin habis nonton ini sama Mbak Hilga dan Mbak Efa. Iya! Home Sweet Loan judulnya. Film ini sudah tayang sejak 26 September 2024 lalu. Melansir dari tweet akun X si...

read more
Review Love Reset (2023)

Review Love Reset (2023)

We must recover our memories to say goodbyeOla!!! Setelah kemarin aku menonton film terbaru, kali ini aku abis nonton film yang rilis hampir 2 tahun lalu, tepatnya sekitar bulan Oktober tahun 2023. Karena film ini rilisnya udah dari lama, harusnya sih udah banyak yang...

read more
Review Film People We Meet on Vacation (2026)

Review Film People We Meet on Vacation (2026)

There is thin blur line between searching and escaping.Haloo!!! Aku datang membawa rekomendasi film baru untuk kalian semua hehe 😀 People We Meet on Vacation, diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Emily Henry. Tulisan tangan tersebut diangkat ke layar...

read more

0 Comments

0 Comments

Nia’s Spot
Kalau kalian sudah nonton filmnya, berapa ratenya menurut kalian?
Copyright © 2026 ramadhaniawy