Review Film Turning Red

Have you ever met a red panda before?
Haloooowww!!! 😀
Akhir bulan Februari lalu sempat ada topik “turning red” yang trending di twitter. Aku kira turning red tuh apa, taunya film barunya si Disney-Pixar. Sekilas dari yang aku baca dari cuitan orang-orang, film ini bagus. Tapi aku masih belum bisa nebak ini film bakal menceritakan apa saat itu.
Dan akhirnya, minggu lalu aku nonton film ini. By the way, kalau mau nonton Turning Red ini kalian bisa nonton filmnya di Disney+ Hotstar ya kawan-kawan.
Balik lagi ke filmnya, agak kaget sebenarnya karena di film kali ini Disney-Pixar ngambil tema Asian Culture setelah di film Encanto kemarin latarnya ada di Amerika Selatan. Ya walaupun kali ini latarnya bukan benar-benar di Asia, tapi di kompleks Chinatown di Kanada. Tetap saja, apa yang digambarkan di film ini berbau Asia sekali hahaha.
Tokoh utama Turning Red ini adalah gadis Tionghoa berusia 13 tahun bernama Meilin Lee. Mei, panggilan akrabnya, tinggal disebelah kuil warisan keluarga. Kuil ini merupakan destinasi wisata lokal di lingkungan tempat tinggal Meilin. Mei merupakan anak yang sempurna dan sesuai harapan orang tua Asia pada umumnya. Pulang sekolah bukannya main, tapi langsung pulang dan membantu ibunya mengelola dan merawat kuil. Tak hanya itu, Meilin juga termasuk jajaran anak dengan nilai tertinggi disekolahnya.
Intinya, Meilin itu udah rajin belajar, nurut banget lagi sama orang tuanya. Dia nggak pernah membantah.
Sampai pada akhirnya, Meilin dihadapkan disuatu peristiwa yang membuat dia ingin sekali melakukan hal di luar kemauan sang Mama. Dan ya typical film Disney, tentunya Meilin berhasil dapat apa yang dia mau dan menjalani kehidupan dengan pilihannya sendiri, bukan lagi dari ‘apa kata Mama’;
Kalau dirate, menurutku film ini 8/10. Baguss, tapi ada beberapa scene yang aku kurang begitu mengerti maksudnya kayak gimana. Tapi selebihnya, ini bagus. Aku sampai nangis nonton ini, atau mungkin aku aja yang cengeng kali ya haha. Nonton Turning Red ini nano-nano banget rasanya. Ada scene yang konyol banget sampai ngakak brutal, tapi ada juga scene yang sedih sampai nangis bombay.
Ada beberapa poin yang bisa diambil dari film Turning Red ini menurutku :
– Love yourself. Terima semua sisi yang ada di diri kita. Jangan hanya diterima sisi baiknya aja, tapi juga ‘terima’ sisi buruk yang ada di dalam diri kita. Nggak perlu malu dengan ‘sisi buruk’ itu karena yaa namanya manusia semua pasti ada baik-buruknya.
– Berani mengekspresikan diri. Gak ada salahnya kalau kita ingin mencoba break the rules dan mengungkapkan siapa diri kita sebenarnya, tentang apa yang kita mau, kita suka dan tidak suka.
Turning Red ini recommended buat ditonton bareng-bareng sama keluarga apalagi di musim liburan kayak gini. Anyway, selamat menonton!!

Written by nia
More From Nia’s Story

Review Home Sweet Loan (2024)
Kamu pengin beli rumah ? ? ?Hi!!!!!!Pumpung masih hangat banget filmnya dan aku baruuuu saja kemarin habis nonton ini sama Mbak Hilga dan Mbak Efa. Iya! Home Sweet Loan judulnya. Film ini sudah tayang sejak 26 September 2024 lalu. Melansir dari tweet akun X si...

Review Love Reset (2023)
We must recover our memories to say goodbyeOla!!! Setelah kemarin aku menonton film terbaru, kali ini aku abis nonton film yang rilis hampir 2 tahun lalu, tepatnya sekitar bulan Oktober tahun 2023. Karena film ini rilisnya udah dari lama, harusnya sih udah banyak yang...

Review Film People We Meet on Vacation (2026)
There is thin blur line between searching and escaping.Haloo!!! Aku datang membawa rekomendasi film baru untuk kalian semua hehe 😀 People We Meet on Vacation, diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Emily Henry. Tulisan tangan tersebut diangkat ke layar...
0 Comments